Basa-basi

Posted: November 4, 2009 in kebebasan bebicara
Tag:

Tak perlu kiranya kita berbasa basi.? Basa-basi memang tak pernah menjadi basi, setiap hari hal itu menjadi ritual yang kiranya perlu dilakukan bagi hampir semua orang.

Misalnya Yogi, seorang mahasiswa jurusan publick relation. Hampir setiap hari menebar senyum pada tetangganya, padahal dia setiap hari bertemu dan sudah sangat dikenalnya. Dia sudah tau bahwa PAk Karso tetangganya ini bekerja sebagai guru dan dia juga sudah tau kalau Pak Karso ini mengajar pada pagi hari. Namun tak pernah behenti dan ‘kapok’ setiap bertemu pagi-pagi, dia selalu bertanya “Berangkat ngajar Pa?”. Sudah jelas kondisi Pak Karso memakai pakaian dinas mengajar dan pagi-pagi pula…..

Walah-walah, memang basa-basi tak penah menjadi basi.

Namun apakah penting basa-basi?
Bagi sebagaian kondisi dan situasi basa-basi memang perlu. Karena peranan basi-basi itu sendiri sangat besar, tidak hanya berupa sapaan namun terkandung nilai-nilai lain yang sangat penting, yaitu nilai sopan santun, keramahan, dan kekeluargaan. Selain itu adalah niat dari si penutur itu sendiri dan begitu juga respon dari si lawan tuturan.

Maka jadikan basa-basi agar tidak sekedar basa-basi, namun niatkan yang ikhlas dan tulus dengan menjungjung tinggi nilai kekeluargaan, keramah-tamahan dan kesantunan.

Bagaimana menerut anda apakah basa-basi itu penting?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s