Morfologi Bahasa Indonesia

Posted: Juli 15, 2009 in Belajar bahasa
Tag:

MORFOLOGI BAHASA INDONESIA
(hasil comot kanan-kiri oleh: wawan sumarwan*)

Morfologi (linguistik)
Morfologi adalah cabang linguistik yang mengidentifikasi satuan-satuan dasar bahasa sebagai satuan gramatikal. Morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata. Atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatik maupun fungsi semantik.
Morfofonemik yaitu suatu kajian mengenai bidang kebersamaan antara bunyi dan bentuk kata (Tarigan, 1985: 27). Sedangkan Ramlan (1997: 83) mendefinisikan morfofonemik sebagai perubahan-perubahan fonem yang timbul sebagai akibat pertemuan morfem dengan morfem yang lain. Ada tiga macam proses morfofonemik dalam bahasa Indonesia yaitu proses perubahan fonem, penambahan fonem, dan hilangnya fonem.
Morfem adalah unsur yang terkecil yang secara individual mengandung pengertian dalam ujaran sesuatu bahasa (Hocket, 1958: 123). Menurut Bloomfield (1933: 161) morfem adalah suatu bentuk linguistik yang tidak memberikan kemiripan parsial secara fonetik-semantik terhadap bentuk lain. Ramlan (1997: 32) mendefinisikan morfem sebagai satuan gramatik yang paling kecil; satuan gramatik yang tidak mempunyai satuan lain sebagai unsurnya.
Fonem adalah satuan bunyi bahasa terkecil yang dapat membedakan arti (Sudarno, 1990: 17). Kedua istilah tersebut membentuk suatu istilah baru yaitu morfofonemik.

Morfem yaitu unit terkecil yang bermakna yang menyusun suatu bahasa (Nida, 1974: 6), sedangkan morf merupakan realisasi dari perubahan morfem dan alomorf merupakan keseluruhan morf.

Alomorf adalah perwujudan konkret dari sebuah morfem

Kata adalah sekumpulan huruf yang mempunyai arti.

Kalimat adalah satuan bahasa terkecil dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan suatu pikiran yang utuh [Alwi98]. Karena itu, kalimat dapat dilihat sebagai satuan dasar dalam suatu wacana atau tulisan.

Kalimat aktif yaitu kalimat yang subjek suatu kalimatnya merupakan pelaku perbuatan yang dinyatakan pada predikat.

Jika subjek suatu kalimat tidak berperan sebagai pelaku, tetapi sebagai sasaran perbuatan yang dinyatakan predikat, kalimat itu disebut kalimat pasif. Kalimat semacam ini merupakan kalimat ubahan dari kalimat aktif

*) dari berbagai sumber

Komentar
  1. Zul mengatakan:

    ake bangetttttttttttttt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s