Kajian Sastra

Posted: Januari 23, 2009 in Uncategorized

Pendekatan Kajian Sastra
(Kajian Puisi)

Kata sastra dalam bahasa Indonesia biasa digunakan untuk merujuk kepada “kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu. Dan menurut isinya dan prosesnya sastra merupakan pencerminan dari kehidupan manusia. Kesusastraan dilahirkan oleh manusia tumbuh dan berkembang dalam kehidupan manusia. Sastra adalah suatu kegiatan kreatif, sebuah kegiatan karya seni (Wellek : 3). Dan menurut proses terbentuknya karya sastra, berkat si pencipta mempunyai daya cipta, daya rasa, dan daya karsa, yang terus berlangsung di dalam kehidupannya. Maka sastra merupakan representsi dari kehidupan itu sendiri
Untuk mengekspresikan sesuatu dalam sastra tentu menggunakan beragam bentuk, dan salah satunya adalah dengan bahasa. Puisi termasuk salah satu bentuk karya sastra dalam wujud bahasa. Puisi termasuk dalam salah satu kategori sastra, diartikan dalam KBBI, yaitu sebagai ragam sastra yang bahasanya terikat oleh rima, matra, irama, serta penyusunan larik dan bait. Waluyo (1987: 25) mengemukakan, puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan struktur fisik dan struktur batinnya. Karya sastra, seperti puisi, adalah anak kehidupan kreatif seorang penuis dan mengungkapkan pribadi pengarang (Selden, 1985:2). Menurut Hill puisi merupakan struktur yang kompleks, maka untuk memahaminya (atau untuk memberi makna) harus dianalisis (Hill).
Dan berkaitan dengan usaha untuk memahami karya sastra (puisi), terdapat istilah kajian. Puisi. Kajian puisi yaitu upaya untuk memperoleh pemahaman terhadap puisi (Culler, 1975:134). Kajian puisi merupakan penyelidikan, penelaahan untuk mengetahui dan memahami seluk-beluk sebagai seni (Slamet Mulyana). Terdapat banyak pendekatan dan teori yang digunakan untuk memahami karya sastra termasuk puisi. Diantaranya seperti pendekatan yang diambil dari pendapatnya Abrams (1976:6) tentang karya sastra, yaitu :
1. Pendekatan objektif (objective criticism), yaitu kajian sastra yang menitik beratkan pada karya sastra.
2. Pendekatan ekspresif (expressive criticism), yaitu kajian sastra yang menitik beratkan pada penulis.
3. Pendekatan mimetik (mimetic criticism), yaitu kajian sastra yang menitik beratkan terhadap semesta/alam.
4. Pendekatan pragmatik (pragmatic criticism), yaitu kajian sastra yang menitik beratkan pada pembaca.

1. Pendekatan Objektif
Pendekatan objektif adalah pendekatan kajian sastra yang menitik beratkan kajiannya pada karya sastra. Pembicaraan kesusastraan tidak akan ada bila tidak ada karya sastra. Karya sastra menjadi sesuatu yang inti (Junus, 1985: 2).
Penelitian pendekatan objektif ini dirintis oleh kaum Formalis dari Rusia yaitu Roman Jacobson, Shklovsky, Eichenbaum, dan Tynjanov pada tahun 1915 – 1930. knsep yang penting kaum formalis adalah konsep dominan, ciri menonjol atau utama dalam sebuah karya sastra, misalnya rima, matra, irama, aliterasi, dan asonansi (Teeuw, 1984: 130 – 131).
Sebagai bentuk perkembangan kaum Formalis dalam kejian sastra, muncul kajian strukturalisme (Junus, 1988: 2). Menurut strukturalisme, kajian sastra harus berpusat pada karya sastra itu sendiri, tanpa memperhatikan sastrawan sebagai pencipta atau pembaca sebagai penikmat.
Pada ahir tahun 1960-an, muncul kelompok pascastrukturalis. Tokoh-tokoh teori ini, yaitu Roland Barthes, Julia Kresteva, Jacques Lacan, Jacques Derrida, dan Lucian Goldmann. Para pascastrukturalis adalah para strykturalis yang tiba-tiba melihat pemikiran mereka yang keliru (Selden, 1985). Untuk menafsirkan karya sastra Roland Barthes menawarkan kisi-kisi lima kode, yaitu: 1) hermeneutik, berhubungan dengan teka-teki yang timbul bila wacana dimulai; 2) semik, berhubungan dengan konotasi yang sering dimunculkan dalam penokohan atau deskripsi; 3) simbolik, berhubungan dengan poralitas (perlawanan) dan antitesis (pertentangan) yang mengijinkan berbagai valensi dan pembalikan; 4) proariretik, berhubungan dengan dasar urutan logis laku dan tabiat; 5) kultural, merangkum semua referensi umum ”pengetahuan” yang disampaikan oleh masyarakat (Selden, 1985: 76 – 78).
Dalam perkembangannya, strukturalisme juga melahirkan aliran strukturalisme genetik. Kajian strukturalisme genetik merupakan kajian terhadap karya sastra yang digabungkan dan dilengkapi dengan kajian terhadap diri pengarang. Kajian ini dikembangkan oleh Lucien Goldmann dari Prancis.

2. Pendekatan Mimetik
Pendekatan mimetik yaitu pendekatan kajian sastra yang menitik beratkan kajiannya terhadap hubungan karya sastra dengan kenyataan di luar karya sastra. Pendekatan yang memandang karya sastra sebagai imitasi dari realitas (Abrams, 1981:89). Kajian yang dimulai dari pendapat Plato tentang seni. Menurut Plato seni hanya dapat meniru dan membayanglan hal-hal yang ada dalam kenyataan yang nampak. Dan seni yang terbaik adalah lewat mimetik.
Aristoteles berpendapat bahwa mimesis bukan sekedar tiruan, bukan sekedar potret dari realitas, melainkan telah melalui kesadaran personal batin pengarangnya. Puisi sebagai karya sastra, mampu memaparkan realitas di luar diri manusia persis apa adanya. Maka karya sastra seperti halnya puisi merupakan cerminan representasi dari realitas itu sendiri.

# Dari berbagai sumber

Pendekatan eksfresif dan pragmatiknya insya Allah nanti nyambung lagi yaaaaaaaaaaaaaaaa ……….

Bogor, 2009
Tulisan ini hanyalah tuisan dari insan pelajar yang sedang belajar, maka komentar, kritik, dan saran sangat saya harapkan. Terimaksih

Komentar
  1. juanda mengatakan:

    bagus, ditunggu lanjutannya, juga dengan berbagai kajian dalam semua genre sastra

  2. hardono mengatakan:

    It’s oke I will wait for futher discussion

  3. jamiatularmisa mengatakan:

    q minta infonya ya untuk bhn kuliah. terimakasih🙂

  4. muhammad irfan efendi mengatakan:

    could i get some info related to the literature..

  5. muhammad irfan efendi mengatakan:

    pujian terindah adalah pujian yang tak terucapkan dan terhantarkan oleh bisikan suara nafas..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s