Kumpulan Puisi

Posted: Januari 11, 2009 in Uncategorized
Tag:

Ya Allah… (Ini tak susah bagi-Mu)
Ku sucikan diriku
Ku dirikan tiangku
Ku panjatkan harapku
Ku antarkan diriku pada-Mu
Kuhadapkan wajahku pada-Mu
Kuserahkan islamku pada-Mu
Kutanamkan imanku pada-Mu
Kuikatkan tawakalku hanya pada-Mu
Kusandarkan hidupku pada-Mu
Kuserahkan matiku pada-Mu
Ya… Allah
Ampunilah salahku
Hapuslah dosa-dosaku
Tunjukanlah jalan menuju ridho-Mu
Gerakkan tubuh dan jiwa ini menuju ridho-Mu
Tetapkanlah kebaikanku
Sempurnakanlah pahala kebaikan-Mu bagiku
Tancapkan tombak hidayah-Mu ke dalam hatiku
Ikatkan rahmat-Mu pada jiwaku
Ya Allah aku tak ridho ketika diri ini berada pada murka-Mu
Ya Allah aku tak rela ketika hati ini berpaling dari-Mu
Ya Allah ampunilah dosa-dosaku
Tetapkanlah kebaikan-kebaikanku yang mendapat ridho-Mu
Ya Alah kabulkanlah do’aku ini
Karena ini tak susah bagi-Mu
(anu-w@n)

Aku Ingin Berhenti!
Seraut wajah penuh gelisah
Menatap tajam penuh kebencian
Dimulutnya bergumam bacaan mantra-mantra cacian
Di matanya mengalir darah amarah
Mengalir membasahi wajahnya sampai ke jiwanya
Napasanya bergetar keras mengeluarkan debu-debu panas
Kemudian ia berteriak
a………a………….a……….
memberntur-benturkan kepalanya dengan keras
…………. sampai retak lalu pecah
Sakit………….sakit…………..sakit
Dia diam, sejenak,
lalu membantingkan seluruh badannya ke dasar jurang
a…….sakit………a……..sakit……….. a……..sakit
Tuannya menangis, mengerang
Mencaci dan memohon………
Uh…..uh……..sakit sekali aku…….
Bodoh sekali aku………
Tapi aku ingin berhenti!
Tolong aku Tuhan!
(anu-w@n)

Matahari dan Rembulan

Kala pagi datang
Hatiku kembali riang
Melihat engkau tersenyum memandang
Bumi menjadi kembali terang

Namun kala malam kan tiba
Perasaanku resah tak bahagia
Takut malam kan gelap gulita
Namun itu tiada pernah ada
Karena rembulan hadir menggantikannya

Matahari sumber energi
Cahaya dan panasnya hidupkan bumi
Rembulan cerminan matahari
Menerangi malam agar tidak sepi
Memandu alam berputar silih berganti

Bulan Purnama

Bulan purnama terangi malam yang gulita
Halaman pekarangan riuh gelak tawa
Anak-anak bermain dengan riang gembira
Ibu-ibu saling berbagi cerita
Bapak-bapak menganyam jala

Malam tidak lagi menyeramkan
Gelap tidak lagi jadi halangan
Sunyi sepi telah tersingkirkan
Karena kehadiranmu yang diidamkan

Ingin rasanya setiap malam seperti ini
Namun itu tiada kan terjadi
Karena kau kan pergi

Kita yang Minta

Harta tak lagi kuasa
Paras tak lagi menampang
Lisan tak lagi tajam
Karsa tak lagi dipercaya
Semua tak lagi ada
Kerna memang tak lagi fungsi
Tak lagi berisi
Hanya berisi kosong membolong
Bau membusuk merebak
Kasar lembab tak teratur
MurkaNya tlah nyata
JanjiNya tlah kasat
Kerna kitalah yang minta

Very sexy

Wow… sangat cantik
Wah… begitu mempesona
Uuh… sexy bwanget
Ooh… syuuur
……….. mati jadi bangkai
Anu-w@n “08

Mau?

Wajahmu cantik molek
Parasmu rupawan
Tuturanmu santun
Senyummu simpul manis
Penampilanmu necis feminin
Hatimu keras sekeras batu
Anu-w@n “08

(anuwan_putra pasundan)

Komentar
  1. santi mengatakan:

    Alhamdulillah dah ada puisi religi, tapi buat lagi ya…plus puisi tentang kasih ortu khususnya ttg nyokap (afwan jd request nih…)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s